Senin, 20 Mei 2013

PEMUDA

Bismillahirrohmanirrohiim...

sudah lama tak mengisi blog ini, merangkai kata dari keseharian..
kali ini berbeda dari yang biasa. membangkitkan semangat muda, yakni 
                               
                                PEMUDA






Pemuda itu adalah kaum muda, menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas, dimana semangat yang membara dan optimis perjuangan dalam diri menjadi tekad dan tujuan yang harus direalisasikan.

pemuda bukanlah seorang anak yang direbut haknya lalu ia menangis, atau yang dihempaskan dirinya kemudian ia diam, pemuda adalah yang mampu bergerak dengan kemampuan ang ia miliki dan berani dalam menentang rezim kezholiman,

Dalam agensi dakwah pemuda merupakan penggerak dalam pendobrak zaman, pemikir, dan juga pelaksana. ia bagai pohon kurma yang tinggi dan kokoh, mampu bertahan dalam kehidupan gersang, dan bermanfaat bagi khalayak. dimanapun ia berada, maka ia mampu mewarnai

Tugas pemuda bukanlah hanya bersantai dalam tempat tidurnya, menikmati empuknya kasur, hangatnya selimut, dan sejuknya kipas angin, hari-hari dipenuhi dengan hal-hal fana yang tiada bermanfaat.
Pemuda adalah pemberani, berani dalam mengambil keputusan, cermat dalam tindakan, dan  terampil dalam mengambil keputusan.
pemuda bukan berarti menghilangkan kodratnya sebagai manusia muda yang selalu coba-coba dalam hal baru, namun ia mampu memanfaatkan umurnya dalam mencoba-coba kegiatan yang bermanfaat baginya.
tidak hanya sebagai penghayal namun juga pemimpi dan pembangun mimpi
hal ini yang menjadikan pemuda berbeda

maka, sebagai pemuda dan pemudi manfaatkan waktu terbaik dalam hal-hal positif, lakukan perbaikan, jadikan diri bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, masyarakat dan umat.

bersyukurlah bagi yang memiliki amanah dalam dakwah karena dengan itu Allah menjagamu
jangan jadikan amanah sebagai beban, namun sebagai penjaga. penjaga agar tetap di jalan dakwah.


bangkit dari keterpurukan dan lakukan perbaikan
ubah mudharat menjadi manfaat
semangat JUANG 
wahai PEMUDA PEMUDI ISLAM!!!

Kamis, 04 April 2013

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

Sebuah judul bacaan yang menarik perhatian yang dituliskan oleh ust. Salim A Fillah. Ketika ada seminar dan bedah buku nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan yang dilaksanakan di ITI (Institute Teknologi Indonesia) ku ingin pergi kesana untuk mengikutinya. Bersama dengan teman liqo, kami menuju ITI yang kampusnya tidak terlalu jauh dari rumahku.

Kami tiba agak telat dari jadwal yang tertera namun tak banyak ketinggalan mengenai isi yang disampaikan. Ku dengarkan setiap kata dari ustadz Salim, mendengarnya sangta menyenangkan, bagaimana prosesi yang begitu cepat ia menikah sampai syetan pun tak mampu untuk menggoda. Ia hanya bertemu dengan istrinya empat kali hingga lamaran, aku sangat takjub melihat fenomena sekarang yang belum ada ikatan apa-apa namun intensitas bertemu sangat kuat, dengan kata-kata manis sebagai andalan laki-laki dan rayuan pembohongnya selalu menghiasi wanita yang ia cinta. Hmm… mungkin seperti ini zaman sudah tak bermoral.

Ku garis bawahi, dari bedah buku ini akan bahaya memandang lawan jenis, sungguh dahsyat dampaknya, ketika video diputar bahwa akibat memandang akan mempercepat ovulasi wanita, bertambah cepat hormone dopamine, dan menjadikan segalanya terjadi begitu cepat kearah perzinahan. Naudzubillah. Itulah mengapa Allah menyuruh baik laki-laki maupun perempuan untuk menahan pandangannya.. ku rasa semakin mengerikan saja yang bernama laki-laki, terjebak sedikit saja menimbulkan fitnah yang sungguh besar..

Kembali lagi dalam perjalanan pernikahan sang ustadz. Ku rasa awalnya tak ada cinta, lebih tepatnya tak ada jatuh cinta.. sang ustadz membangun cintanya setelah pernikahan, menjalani pacaran setelah menikah, dimana memandang adalah halal, dimana menggenggam halal, dan dimana kecemburuan istri menjadi penguat dalam pernikahan dan itu yang membuatnya semakin cinta dengan sang istri, setiap hari bertaaruf tanpa ada bosan dan jenuh. Hal yang perlu ditertegas bahwa dengan jalan pacaran belum tentu semuanya akan menuju jenjang pernikahan, belum tentu kenalan lama akan menuju pernikahan dan belum tentu 2 orang yang jatuh cinta akan menuju pernikahan. Sebab keharaman yang dijalani oleh manusia maka akan berdamak dari hasil pernikahannya.

Semakain kuat dalam diri bahwa tak ada yang perlu disesali, ini memang sudah jalannya. Dan Allah sedang menguji yang belum menikah, jika belum mampu untuk menikah maka perbanyaklah berpuasa. J
Subhanallah semakin termotivasi setelah mendengar cerita sang ustadz.
Ustadz Salim A Fillah pun memberi tips untuk melihat seseorang : yang pertama lihatlah hubungan ia kepada Allah dimana dalam hal ini adalah ketepatan akan sholat, takut meninggalkan sholat, bagi laki-laki menunaikan sholat di masjid, dan mengerjakan sholat-sholat sunah lain. Yang kedua lihatlah hubungan ia dengan Ibunya, seorang laki-laki yang baik adalah yang mementingkan ibunya, yang taat dan patuh pada ibunya, dan selalu berbakti dan memuliakan ibunya. Yang ketiga adalah hubungan ia dengan rekan sebaya, bagaimana pandangan orang lain terhadapnya apakah ia seorang yang baik budi pekertinya, rendah hati,sopan santun, bersahaja, bertanggung jawab, bertutur kata yang baik, disiplin, toleransi atau mungkin sebaliknya ia adalah seorang yang angkuh, sombong, tak mau mengalah, egois, tinggi hati, tidak bertanggung jawab, sangat menyebalkan, dan sifat-sifat lain. Pandangan dari orang lain pun perlu, karena sebelum menikah kita harus membuka mata, hati, dan telinga lebar-lebar, namun setelah menikah kita harus menutupnya rapat-rapat. Dan yang terakhir adalah hubungan ia dengan anak-anak. Seseorang yang baik dengan anak-anak maka ia adalah seorang yang penyayang dan penyantun, dirinya peka dan perhatian. Itulah keempat hal yang perlu diperhatikan, semoga bermanfaat.. J

Subhanallah begitu banyak ilmu baru dan semakin teduh pemikiran dengan tambahan ilmu, sungguh indah ketika “pacaran” dalam jalur kehalalan,yakni setelah menikah..semoga termotivasi untuk menerapkan SAY NO TO RELATIONSHIP AND SAY YES FOR MERRIED

Semoga ikhwahfillah selalu diteguhkan dalam mencari keridhoan Allah. Bahwa bukan dengan jalan jatuh cinta namun dengan jalan membangun cinta… mungkin sentilan pula bagiku bahwa menikah tak perlu pondasi awal cinta karena cinta akan tumbuh dari terbiasa bersama, terbiasa berdua, terbiasa bertemu dan terbiasa yang lain-lain dari dua orang yang belum mengenal sebelumnya, karena cinta yang tumbuh itu akan subur dan menjulang namun cinta yang jatuh itu akan sakit dan mungkin mati...

Dan satu kalimat terakhir Cintailah orang yang kita nikahi BUKAN nikahilah orang yang kita cintai.

Kupu-kupu Cinta

(SIGMA)
 
Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi untuk warna-warna hati
Ruang-ruang jiwa hanya untuk maha kuasa
syair-syair cinta tercipta karna dia

Kupu-kupu cinta
terbanglah tinggi menuju jalannya
Hinggaplah engkau dibunga yang indah
Terbang bersama hembus angin cinta

Ya illahi Robbi
Tiada lain hanyalah namamu
Satukan Cinta ini dalam bingkai
Untaian ridhomu

Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi untuk warna-warna hati



Minggu, 17 Februari 2013

Renungan untuk Aktivis Dakwah



Renungan bagi jiwa yang sedang lelah di jalan ini..
agar tetap tegar bahwa mungkin jalan ini akan sangat panjang
sangat panjang...
janganlah menjadi daun yang gugur
karena kita akan menjadi sampah sejarah dalam dakwah ini..
pohon dakwah akan terus menumbuhkan tunas-tunas barunya..
tanpa takut kehilangan daun-daun yang telah berguguran..
Maka tetaplah tegar dan semangat
meski yang lain pergi meninggalkanmu...

Senin, 11 Februari 2013

Aksi Tutup Aurat



Hari minggu pagi di bulan ini mengubah pagi yang biasa ku lewati. Ku bergegas menuju Monas pagi ini jam 7. Ku rapihkan semua pekerjaan rumahku jauh lebih awal. Aksi pertama yang ku lakukan di Monumen Nasional ahad pagi sungguh luar biasa, aksi mengenai hari tutup aurat nasional ini dihadiri oleh lembaga dakwah kampus dan juga aktivis dakwah membuat suasana semakin meriah. Disini meski banyak orang yang tak ku kenal namun kita menjadi satu untuk berorasi.

Hal pertama yang kami lakukan adalah membagi tiga kelompok besar akhwat dalam tiga titik, kami berkeliling membagikan stiker, jilbab dan juga elembaran taujih mengenai tutup aurat, sasaran kami adalah wanita, baik sudah berkerudung maupun yang belum berkerudung. Pada awalnya aksi ini seperti tak terkoordinir kami terpisah-pisah tak ada yang tahu kami sedang aksi. Namun aku tak kecewa dan tetap semangat membagikan stiker dan selebaran tata cara memakai jilab syar’i.

Di tengah-tengah kami membagikan stiker kelompok ikhwan membawa spanduk dan menyanyikan yel-yel dengan irama “iwa peyek” yang dirubah liriknya menjadi “ayo tutup ayo tutup auratmu” yang sontak membuat kami tersenyum segar. Mereka sungguh kreatif mengambil perhatian masa dan akhirnya kami pun bergabung dengan kelompok ikhwan untuk long match menyatukan suara berkeliling monas.

Pada saat itu kami menjadi sorotan pengunjung Monas, dan berhasil mengalahkan Dahlan Iskan yang juga sedang berada di monas dalam peluncuran bukunya. Sungguh menarik ketika event organizer mengeraskan suara untuk mengalahkan yel-yel kami, kami pun tak kalah diam sambil mengambil alih suara tersebut yang membuat kami sangat semangat untuk terus menyanyikan yel-yel.

Gema takbir yang diselingi dalam yel-yel tersebut membuat kami sangat semangat, terus membara dalam diri meski teriknya matahari dan juga lelahnya kaki dalam melangkah tak menyurutkan kami untuk terus berorasi.

Lewat ini mereka melihat kami,
lewat pakaian kami berdakwah
lewat jilbab kami berdakwah
lewat stiker “tutup aurat” kami berdakwah
dan lewat yel-yel selentingan kami berdakwah.

Itulah sensasi ketika kami menjadi satu. Sungguh menyenangkan, meski lelah kami harap banyak yang tersentuh hatinya dalam menutup aurat dan mengubah tanggal 14 februari menjadi hari tutup aurat nasional dan juga internasional.

Sungguh moment pertama dan sungguh mengesankan yang telah ku lakukan ahad 10 februari lalu. Dengan jalan seperti itu mengajarkanku untuk terus berdakwah tak pantang menyerah, menjadikanku lebih peka dengan lingkungan, membuat hati ini semakin menyadari pentingnya dakwah. Sebagai aktivis dakwah, yang berjuang membela dan menjaga agamaMU.

Sungguh berntung ku berada disini, mempunyai kesempatan ini, walau yang lain menghabiskan dirinya dengan tidur, nonton tv, atau bermalas-malasn di rumah. Namun ku semakin semangat akan kata “aktivis dakwah” tidak hanya kuliah pulang namun banyak pelajaran berharga yang ku dapat bukan dari bangku perkuliahan.

Aku sangat bersyukur bisa berorganisasi karena banyak ilmu, pengalaman, dan juga ikhwah baru yang ku dapat. Tidak hanya mementingkan IP atau IPK semata, namun juga bagaimana kita dapat berkontribusi mengembangkan intelektual dan kepekaan terhadap sesame, meki banyak kerikil tajam dan juga duri yang menghiasi jalan ini, aku mohon teguhkan aku untuk tetap berada dijalanMU..

Aamiin

sungguh terasa indah dan manisnya ukhuwah islamiyah,

Minggu, 03 Februari 2013

**Kumbang Tak Harus Sempurna**


Adam adalah manusia dan juga laki-laki pertama yang telah Allah ciptakan. Allah telah melebihkan laki-laki dibandingkan dengan perempuan karenanya ia menjadi seorang pemimpin diantara wanita. kelebihan akal dan juga kekuatan fisik yang membuat mereka ada rasa tanggung jawab, melindungi dan sangat menjaga seorang wanita, sifat yang telah muncul secara alamiah.

Kelebihannya membuat wanita menjadi iri. mereka ditakdirkan dengan 9 akal yang membuatnya berpikir rasional dan lagis namun laki-laki terkadang tak peka dengan lingkungan, bahkan tak peka dengan perasaan wanita.

laki-laki lebih banyak menggunakan akalnya dibanding perasaannya, terkadang tak tahu apa yang dipikirkannya dapat menyakiti wanita. namun sungguh aneh mengapa laki-laki bisa menyukaibahkan mencintai lebih dari satu wanita sedangkan bagi wanita kesetiaan akan satu laki-lakilah komitmen yang utama. laki-laki terkadang berkata cinta namun ternyata berkata hal yang sama pula pada wanita lain karena ingin menguji atau ingin terlihat romantis, sungguh menggelikan mngetahui lai-laki peserti itu, dan herannya mengapa banyak wanita yang tak menggunakan akal sehatnya untuk memfilter kata-kata dari laki-laki. itulah kelemahan dari wanita, hanya dengan rayuan dan sedikit pemanis buatan bisa langsung terpesona dan tertipu dengan janji-janji palsu laki-laki. mungkin kelemahan itu pula yang laki-laki tahu dari sifat wanita.. hanya lelaki tak bertanggung jawab saja yang mampu mengatakan hal tersebut, dan herannya banyak sekali laki-laki yang bermental seperti itu.

 namun tak sedikit laki-laki yang mampu berkomitmen, setidaknya ia tak akan menjerumuskan wanita yang ia cintai, ia tak ingin wanita tersebut tahu akan perasaannya. justru lebih baik wanita tersebut membenci sikapnya dibanding tahu perasaannya, ada pula laki-laki yang mencintai wanita namun ia pergi menjauh bahkan sampai tak menyimpan sedikitpun tentang wanita tersebut. ia menjaga hati dan juga pikirannya berpuasa dikala ingat wanita tersebut dan berikhtiar dengan sujud penghambaan. 
komitmen yang kuat dalam hati, yang menginginkannya ikatan yang halal yang mengucap cinta setelah akad itulah laki-laki sejati, dan sangat sulit untuk bisa menemukan laki-laki yang bertanggung jawab dengan perasaannya..

lelaki baik pastilah hanya ingin wanita yang baik dan juga sebaliknya, wajahnya selalu teduh dan ramah. rambut dikepalanya selalu basah dengan wudhu, wajahnya bersinar dan cerah dengan sholat dan tutur katanya menyejukkan. mereka itulah penghuni-penghuni masjid disetiap waktu mereka sholat berjamaah tak dibiarkan tertinggal satu waktu pun bukan di masjid.
mereka berjamaah mengkaji islam, bertarbiyah menegakkan islam yang kaffah. wanita mana yang tak inginkan sesosok laki-laki seperti mereka,,

itulah gambaran dari laki-laki sempurna, 
namun wanita juga tak sempurna maka wanita akan menerima  laki-laki dengan CARA YANG SEMPURNA..


Kelak pertemuan kami bukanlah berawal dari cinta
Namun semua akan bermuara pada Yang Maha Cinta
 menmbangun tembok-tembok peradaban  yang menjulang tinggi hingga ke angkasa

_Nita Haili Rusiana_